
Deretan arsip foto, dokumen, dan karya visual terpajang rapi di Gedung Iso Reksohadiprojo, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Dalam suasana yang tenang namun sarat makna, pameran bertajuk “Setara: Merekam Perempuan dalam Ruang Demokrasi” ini mengajak pengunjung menelusuri jejak panjang perjuangan perempuan dalam memperjuangkan hak, kebebasan, dan kesetaraan.
Diselenggarakan oleh Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi UGM pada 8–15 November 2025, pameran ini menghadirkan 268 koleksi arsip yang terbagi dalam tiga tema besar: Partisipasi, Represi, dan Resistensi. Ketiganya menggambarkan dinamika perempuan dari ruang domestik hingga publik, dari keterlibatan aktif hingga keteguhan dalam menghadapi penindasan.
Tema Partisipasi menyoroti keterlibatan aktif perempuan dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya sebagai wujud nyata demokrasi yang inklusif, setara dan berkeadilan. Sementara Represi menampilkan arsip-arsip yang merekam berbagai bentuk tekanan dan ketidaksetaraan gender, sekaligus menunjukkan upaya perempuan melawan batasan dan stigma di masyarakat. Adapun Resistensi merupakan wujud kekuatan perempuan dalam menjaga kebebasan, beradaptasi dengan perubahan, serta terus berkontribusi dalam masyarakat melalui kreativitas dan keteguhan.
Memasuki hari ketiga penyelenggaraan pada Senin (10/11), pameran ini ramai dikunjungi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta serta masyarakat umum. Antusiasme pengunjung terlihat dari setiap sudut ruangan.

“Saya sangat amazed dengan pameran ini, melalui arsip yang disajikan ternyata perempuan banyak melalui hal-hal yang cukup kejam dari dulu, dan sampai saat ini para perempuan masih memperjuangkan hak-haknya agar setara,” ujar salah satu pengunjung, seorang mahasiswa.
Pendapat lainnya juga mengungkapkan kebermanfaatan pameran ini, “Dari pameran ini, saya Jadi tahu kalau ternyata para TKW di luar negeri tidak dilindungi hukum yang kuat,” ungkapnya.
Pameran ini bukan sekadar menampilkan arsip sejarah, tetapi juga mengajak publik merefleksikan peran perempuan dalam demokrasi hingga saat ini. Melalui arsip, kita bisa melihat bahwa perjuangan perempuan tidak pernah berhenti tetapi terus hidup dan berkembang dalam berbagai bentuk.
Pameran arsip “Setara: Merekam Perempuan dalam Ruang Demokrasi” dapat dikunjungi secara gratis hingga 15 November 2025, dari pukul 09.00–19.00 WIB. Kami tunggu kedatangannya, Sobat Arsip!
Kontributor: Putri Widiastuti